Kemurnian peradaban Islam
Sebagaimana telah kami sebutkan
peradaban Islam berangkat dari nilai nilai keislaman dan memotivasi nya untuk
mempelajari ilmu pengetahuan,maka secara otomatis untuk pertama kali peradaban
Islam yang baru lahir harus menguasai semua karya peradaban bangsa lain,baik
dalam bidang keilmuan maupun pemikiran.Kemudian setelah itu, Islam membangun
peradaban baru di atasnya, peradaban yang paling menonjol pada masa permulaan
perdaban Islam adalah peradaban Bizantium (imperium Romawi timur) yang memiliki
akar peradaban Yunani,Persia,India,dan cina.Tentang peradaban Yunani,kita akan
membicarakan sebentar lagi secara terperinci.
Sedangkan dari peradaban Persia,
peradaban arab,telah banyak mendapatkan cara hidup bermasyarakat,atau cara cara
yang berhubungan dengan masyarakat Madani dan kesenian pemikiran,juga dengan
cara cara pengelolaan administrasi negara, pembukuan dan sebagai unsur unsur
sastraAdapun dari peradaban India,
peradaban Islam telah mendapatkan nilai nilai keilmuan yang sangat penting
berhubungan dengan ilmu hitung (matematika), astronomi dan sebagian unsur unsur
sastra kesenian dan cara hidup bermasyarakat,sedangkan dari peradaban
cina,mengingat jauhnya negri ini dari ibu kota negara Islam seperti Damaskus,
Baghdad,dan Mesir,maka ia tidak terlalu berpengaruh kepada peradaban Islam
sekalipun demikian,peradaban Islam telah mendapatkan satu bentuk peradaban
terpenting dari negri Cina yang dianggap sebagai bagian dari revolusi dalam
peradaban Islam,yaitu industri kertas.
Mari kita kembali ke peradaban
Bizantium dan akar sejarah nya peradaban Helenistik tersebar luas di negeri
yunani ketika ia telah berhasil di taklukkan oleh serangan militer Romawi yang
berangkat dari Itali. Bahkan ia juga tersebar luas di bagian timur dari
Imperium Romawi (EropaTimur, Anatolia, Syam,dan Mesir),tanpa pengaruh oleh peradaban
Romawi sebagai peradaban penjajah dan tertaklukkan karna peradaban Helenistik
dan bahasa Yunani lebih kuat dan lebih dalam akar peradabannya dari pada
peradaban Romawi dan bahasa latin.
Ketika Imperium Romawi terbagi
menjadi dua bagian pada tahun 395 Masehi, yaitu bagian barat (yang di kenal
dengan sebutan Imperium Romawi barat dan terdiri dari Itali dan Eropa barat, dan
bagian timur yang di kenal dengan sebutan Imperium Romawi timur, atau Imperium
Bizantium, peradaban Helenistik dan bahasa Yunani telah tertanam kuat di salah
satu bagian tersebut.
Kemudian muncul lah perhatian
kepada warisan peradaban Helenistik yang terdapat pada manuskrip-manuskrip dan
kertas-kertas papirus yang di hasilkan oleh peradaban Yunani kuno dan lembaga
pendidikan Alexandria.
Ketika warisan peradaban Helenistik merupakan warisan
peradaban terbesar yang dikenal oleh bangsa Arab, dan lebih dapat diterima oleh
pemikiran arab - terutama pada awal terbentuknya peradaban Arab dan Islam, maka
bangsa Arab dan kaum muslimin mulai mempelajarinya lebih dari warisan peradaban
bangsa lainnya. Mereka lalu membuat pusat terjemah yang difasilitasi oleh
pangeran Khalid bin Yazid pada masa dinasti Umawiyyah dan telah mencapai puncak
kejayaannya pada masa pemerintahan Harun Ar - Rasyid dan Al - Makmun pada masa
Dinasti Abbasiyah.
Penerjemahan warisan
peradaban yunani ini difokuskan pada ilmu - ilmu kedokteran, biologi, dan
filsafat. Setelah menerjemah banyak buku dan mempelajarinya, kaum muslimin
kemudian mengkritik apa yang telah mereka terjemahkan dan mulai memadukan
antara berbagai macam peradaban terutama peradaban Yunani dan India, lalu
mencari rumusan ilmu pengetahuan sendiri.
Usaha ini telah mendorong mereka untuk melakukan percobaan sehingga dapat membantu mereka mendapatkan kemajuan yang sangat pesat dalam ilmu hitung ( matematika ), sebagaimana juga pemikiran ilmiyah itu telah banyak membantu mereka menemukan metode ilmiyah "scientific method" yang meliputi dasar - dasar untuk mendapatkan berbagai macam pengetahuan ilmiyah, baik berdasarkan dalil - dalil akal maupun eksprimen. Dengan demikian, peradaban Islam menjadi peradaban yang sempurna untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan manusia dan memiliki semua kelayakan untuk menjadi peradaban yang besar. Ini benar - benar terjadi dan Islam berhasil membuka berbagai cabang ilmu pengetahuan dan pemikiran, termasuk diantaranya filsafat dan logika yang menjadi spesialisasi bangsa Yunani.
Reported By: Wilda Okta Najiha dan Putri Nurma Yanti

